2019
NO
SASARAN STRATEGIS
NO
INDIKATOR KINERJA
TARGET
REALISASI
TAHUNAN
TW
VOLUME
                          URAIAN                          
JUMLAH
( % )
1.
Meningkatnya pendapatan nasional dari sektor pariwisata
1
Jumlah penerimaan devisa dari sektor pariwisata
280 Rp Trilyun; TRIWULAN IV
TW1
0
Tahun 2019 industri pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia, yaitu US$20 miliar, melampaui sektor migas, batubara, dan minyak kelapa sawit. Dampak devisa yang masuk yang langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
0
TW2
0
Devisa dari sektor pariwisata diproyeksikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah wisatawan mancanegara
0
TW3
0
Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN pada 2019. Pesaing utama Indonesia adalah Thailand dengan devisa pariwisata lebih dari US$40 miliar.
0
TW4
280
Devisa pariwisata meningkat setiap tahunnya melampaui target yang ditetapkan, seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan dan rata-rata pengeluaran per kunjungan, tahun 2019 diproyeksikan devisa pariwisata akan mencapai Rp280 triliun. Kementerian Pariwisata telah menyiapkan strategi Ordinary, Extraordinary, dan Super Extraordinary untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berdampak pada peningkatan jumlah devisa.
239.24
85

2
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional
5.5 %; TRIWULAN IV
TW1
0
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
5.5
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2014–2018, terlihat bahwa pertumbuhan PDB pariwisata tidak akan lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional, sehingga target PDB pariwisata terhadap PDB nasional pada Renstra Kemenpar tahun 2018–2019 diubah menjadi 5,5% dari target RPJMN 2019 sebesar 8%.

5.5
100
2.
Meningkatnya kunjungan Wisman dan Wisnus
1
Pertumbuhan jumlah Wisman
17 %; TRIWULAN IV
TW1
0
Pada tahun 2015, country branding Wonderful Indonesia melesat lebih dari 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan country branding Malaysia Truly Asia (ranking 96) dan Amazing Thailand (ranking 83); mencerminkan positioning dan differentiating pariwisata Indonesia.
3.57
TW2
0
Untuk menjadi trade and investment hub, akan terlalu sulit bagi Indonesia untuk mengalahkan negara lain, seperti Singapura. Di lain pihak, Indonesia dapat dengan mudah menjadi destinasi utama pariwisata dunia, sekaligus tourism hub. Dengan menjadi tourism hub, yang pada prinsipnya menciptakan people-to-people relationship, diyakini perdagangan dan investasi akan ikut tumbuh dengan pesat.
0
TW3
0
0
TW4
17
Penghitungan kunjungan wisman dihitung pada akhir tahun dengan jumlah pertumbuhannya sebesar 13.75%

Kemenpar melakukan koordinasi dan sinkronisasi secara intensif dengan BAPPENAS terkait penetapan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2020 yang akan dituangkan dalam RPJMN 2020-2024 dan RKP 2020. Pada draft RKP 2020, target kunjungan wisman adalah sebesar 18,5 juta orang dan target kunjungan wisnus sebesar 280 juta orang.
1.88
11

2
Peningkatan pergerakan Wisnus (data dari BPS)
1.85 %; TRIWULAN IV
TW1
0
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
1.85
Berdasarkan target indikator kinerja yang telah ditetapkan peningkatan frekuensi pergerakan kunjungan Wisnus di wilayah Pemasaran I adalah sebesar 1,85%. Rumus untuk menghitung peningkatan frekuensi wisnus tersebut yaitu target wisnus 2019 dikurangi target wisnus 2018 dibagi target wisnus 2018. DPPI membuat langkah dan strategi agar pertumbuhan wisnus di wilayah pemasaran I dapat tercapai antara lain dengan mengeluarkan Calender of Event (CoE) agar wisatawan dapat mengetahui informasi terkait event wisata yang berlangsung selama 1 tahun di wilayah Indonesia. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan pada tahun 2019, sebenarnya DBPPI telah melakukan upaya-upaya agar dapat menarik perhatian atau minat wisatawan nusantara untuk berwisata ke suatu wilayah diluar wilayahnya maka ada beberapa kebijakan pariwisata yang dapat mendukung hal tersebut, sebagai berikut : 1. Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas 2. Pengembangan Destinasi Digital 3. Nomadic Tourism.
3
162
3.
Meningkatnya daya saing pariwisata nasional
1
Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI)
30 Indeks (TTCI); TRIWULAN IV
TW1
0
Sinergi lintas kementerian/lembaga untuk fokus mendukung pariwisata sebagai core business yang telah ditetapkan untuk memenangkan persaingan di tingkat regional dan global. “Maju Serentak Tentu Kita Menang”.
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
30
Menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang paling diminati wisatawan dunia, dengan menerapkan standar global. (Untuk menjadi global player harus menggunakan global standard)
40
133
4.
Meningkatnya investasi sektor pariwisata
1
Jumlah investasi sektor pariwisata
1600 Juta USD; TRIWULAN IV
TW1
350
0
TW2
750
0
TW3
1100
Berdasarkan surat Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata No. 135/ND/DPDP/VII/2019 tanggal 31 Juli 2019, tentang usulan perubahan target IKU pada Unit Kerja Asdep Investasi Pariwisata, bahwa target Jumlah Investasi Sektor Pariwisata yang diusulkan untuk tahun 2019 adalah sebesar 2000 juta USD dari yang semula sesuai Renstra 2018-2019 ditetapkan sebesar 2.500 juta USD.
0
TW4
1600
Investasi yang merata ke semua destinasi wisata di seluruh Indonesia.
840.66
53
5.
Bertumbuhnya industri pariwisata nasional
1
Pertumbuhan industri pariwisata nasional
3 %; TRIWULAN IV
TW1
0
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
3
3
100
6.
Meningkatnya kualitas usaha pariwisata nasional
1
Rasio usaha pariwisata yang tersertifikasi terhadap total usaha pariwisata nasional
3 %; TRIWULAN IV
TW1
0
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
3
1.85
62
7.
Meningkatnya kuallitas SDM pariwisata nasional
1
Rasio SDM pariwisata nasional yang tersertifikasi terhadap total SDM pariwisata nasional
2.5 %; TRIWULAN IV
TW1
0
Tahun 2019 Sektor Pariwisata diharapkan menyumbang 13 juta Tenaga Kerja
0
TW2
0
Pariwisata pencipta lapangan kerja paling mudah dan termurah yaitu dengan investasi US$ 5.000 menciptakan 1 lapangan pekerjaan, sedangkan di sektor industry membutuhkan US$ 100.000 untuk menciptakan 1 lapangan pekerjaan.
0
TW3
0
0
TW4
2.5
2.8
112
8.
Dimanfaatkannya hasil penelitian dan pengembangan pariwisata nasional
1
Indeks pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan pariwisata nasional
30 %; TRIWULAN IV
TW1
0
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
30
52
173
9.
Terwujudnya reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata
1
Nilai RB Kementerian Pariwisata
80 Nilai RB; TRIWULAN IV
TW1
0
Penilaian pelaksanaan RB di Kementerian Pariwisata oleh Kementerian PAN & RB dilakukan di triwulan ke 4 dan diumumkan di triwulan ke 1 tahun selanjutnya dengan target nilai 78 poin Peningkatan profesionalisme birokrasi yang saling memperkuat dalam rangka percepatan pembangunan pariwisata.
0
TW2
0
0
TW3
0
0
TW4
80
Kementerian Pariwisata terus melakukan inovasi dan berbagai upaya perbaikan dalam pelaksanaan program di 8 (delapan) area perubahan untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik. Pencapaian nilai Reformasi Birokrasi terus meningkat setiap tahunnya, terakhir sebesar 76,90 di tahun 2018.
1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel;
2. Birokrasi Efektif dan Efisien;
3. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas.
76.4
96